Biomekanika mengkaji bagaimana gaya internal (otot dan sendi) berinteraksi dengan gaya eksternal (gravitasi, gesekan, hambatan udara) untuk menghasilkan gerakan atletik yang efisien, berdaya guna tinggi, dan minim risiko cedera.
Inersia saat start lari, percepatan sebanding gaya dorong tungkai (F=m.a), dan aksi-reaksi pijakan kaki ke matras atau lintasan.
Kestabilan bertambah saat Center of Gravity (CoG) direndahkan dan luas Base of Support (BoS) diperlebar seperti pada posisi kuda-kuda.
Persendian tubuh bekerja sebagai tuas kelas I (leher), tuas kelas II (pergelangan kaki jinjit), dan tuas kelas III (lengan siku melempar bola).
Lintasan parabola bola ditentukan oleh sudut elevasi rilis, kecepatan awal, ketinggian titik lepas, serta gaya gravitasi bumi.
Uji pengaruh sudut elevasi lemparan terhadap jarak horizontal dan ketinggian maksimum bola basket atau bola voli.